Canggih!! Perban Dapat Mendeteksi Penyakit dan Mengobati Infeksi Secara Mandiri

default featured image

Teknologi kedokteran semakin canggih. Walaupun penemuan kali ini memperlihatkan peralatan yang canggih, bentuknya hanya sederhana, namun memiliki fungsi yang sangat fenomenal. Yaitu perban yagn dapat mengobati secara mandiri.

perban canggih

Mungkin terdengar sangat menakutkan, namun resistensi antibiotik adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sangat penting bagi dunia kesehatan untuk mengubah cara pemberian resep dan menggunakan antibiotik.

Penemuan Perban Modern

Salah satu pendekatan yag sangat luar biasa adalah dengan menggunakan perban yang dapat merasakan dan mengobati infeksi bakteri, bahkan ketika patogen menunjukkan resistensi.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan oleh ACS Central Science, para peneliti dari Chinese Academy of Science menjelaskan bagaimana mereka telah mengembangkan cara untuk melakukan hal itu.

Prinsip Kerja Perban Canggih Ini

Cara kerja dari perban kesehatan mandiri tersebut adalah, dimana perban dapat berubah warna dan terbuat dari kertas yang awalnya berwarna hijau.

Jika bahan yang tertanam dalam perban mendeteksi lingkungan asam, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, bahan itu akan menguning dan melepaskan antibiotik yang membunuh bakteri yang tidak resisten, atau peka terhadap obat.

Jika bahan dalam perban mendeteksi enzim yang diproduksi oleh mikroba resisten, perban akan berubah menjadi merah. Dalam hal itu, perban melepaskan antibiotik dan para peneliti menyinari luka.

Terapi fotodinamik ini menggunakan obat yang disebut fotosensitizer dan panjang gelombang cahaya tertentu, yang menyebabkan fotosensitizer menghasilkan bentuk oksigen yang melemahkan bakteri dan membuatnya lebih rentan terhadap pengobatan antibiotik.

Uji Coba Perban Canggih

Para peneliti telah melakukan pengujian perban tersebut pada tikus, dan membuktikan bahwa mereka dapat merasakan infeksi E.coli dan membedakan antara kasus yang sensitif terhadap obat dan yang resistan terhadap obat.

Perlakuan masing-masing menunjukkan tanda-tanda bekerja. Jika para peneliti dapat menyempurnakan perban,maka dunia kesehatan dapat menawarkan pendekatan baru dan murah untuk memantau dan mengobati luka, bahkan mereka yang memiliki bakteri yang kebal obat sekalipun.

Bagikan Artikel Ini :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *