Begini Sejarah Baru Rilisan Mata Uang NKRI

Baru-baru ini beredar kabar tentang uang NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang bakal dirilis tepat saat peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-69 nanti. Kabar tersebut juga diiringi oleh beberapa gambar di internet yang menunjukkan desain terbaru uang tersebut. Tak tanggung-tanggung, ada tiga macam desain berbeda yang berbeda dengan nilai mata uang yang telah terdenominasi. Sehingga setiap nilai mencantumkan satu angka nol yang dihilangkan.

Namun gambar-gambar tersebut segera dibantah oleh Bank Indonesia (BI) selaku instansi resmi yang berwewenang merilis dan memantau peredaran mata uang resmi Indonesia. Menurut pernyataan resmi BI, gambar-gambar yang beredar tersebut hanyalah contoh presentasi sewaktu diajukannya rencana redenominasi beberapa waktu lalu. Dijelaskan juga bahwa uang baru yang akan dirilis beberapa hari ke depan hanya pecahan seratus ribu dan tetap menggunakan nominal lama alias tidak ada pengurangan angka 0.

Alasan Perilisan Uang Baru NKRI

Indonesia memang mencatatkan banyak sejarah terkait dengan perilisan mata uang. Terhitung sejak berdirinya Negara semenjak kemerdekaan tahun 1945, berdirinya Orde Baru, hingga masa paska reformasi. Banyak juga perbandingan-perbandingan desain yang cukup sering menjadi perbincangan menarik terutama dari sisi desain. Rencana redenominasi yang sempat dilontarkan ke publik juga semakin menyita perhatian publik, terutama kekhawatiran tentang efektifitas transaksi selama ini.

Peluang Usaha : Merintis Bisnis Properti Tanpa Modal

Keputusan BI merilis uang baru berlandaskan beberapa alasan. Salah satunya ialah kondisi fisik dari lembaran seratus ribuan yang sekarang beredar sudah kurang layak. Lembaran uang seratus ribuan yang kita kenal sekarang mudah robek dan cepat lusuh. Rencananya, Presiden SBY akan menyebutkan peredaran uang baru ini saat pidato APBN 2014, dua hari sebelum perayaan HUT RI. Tujuan lainnya adalah mengikuti mandat peraturan perundangan tentang mata uang yang telah disahkan tahun 2011 lalu. Alasan tersebut merujuk pada pentingnya keterlibatan pemerintah sebagai otoritas yang menaungi peredaran mata uang resmi. Selama ini, uang yang beredar di masyarakat merupakan wewenang BI. Dengan masuknya pemerintah sebagai otoritas moneter, sistem mata uang akan lebih disempurnakan. Lagipula, hal itu sudah lazim diterapkan oleh beberapa negara demi menyempurnakan mata uang mereka.

Desain Baru Mata Uang RI (NKRI)

Hal yang selalu menarik untuk diamati dari mata uang baru adalah desain. Kabarnya, ada beberapa tampilan baru yang dicetak dalam lembaran seratus ribuan nanti. Pertama-tama adalah kehadiran tulisan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cetakan tulisan ini dimaksudkan untuk menegaskan kehadiran otoritas pemerintah yang berwenang mengendalikan dan mengawasi peredaran mata uang resmi di samping BI. Tulisan NKRI tersebut juga menyempurnakan desain mata uang resmi yang sebelumnya hanya mencantumkan logo dan tulisan BI.

Selain itu, desain terbaru nantinya bakal mencantumkan tanda tangan Menteri Keuangan sebagai perwakilan otoritas pemerintah, bersanding dengan tanda tangan Gubernur BI. Sebelumnya, desain mata uang yang beredar hanya mencantumkan tanda tangan Gubernur dan Deputi BI Gubernur BI.

Perkiraan Uang NKRI yang Baru
Sejumlah uang NKRI untuk beberapa pecahan yang diperkirakan bakal diluncurkan pada hari kemerdekaan RI atau 17 agustus 2014

Untuk menghindari tindakan pemalsuan uang, desain baru nantinya menerapkan sistem keamanan baru. Ada penggunaan tinta dan security picture baru yang diharapkan semakin menyulitkan para pemalsu uang. Lembaran uang baru tersebut juga masih menyertakan ciri-ciri lama dari mata uang kita selama ini. Beberapa di antaranya adalah pencantuman tahun cetak dan emisi, nomor seri pecahan, sebutan pecahan atau nominal uang, dan lambang negara atau Garuda Pancasila.

8 Aplikasi Blackberry 10 untuk Bisnis Dengan Meningkatkan Produktivitas

Kenali Tanda dan Ciri-Ciri Uang NKRI yang Baru Diterbitkan

Cara Mendapatkan Mata Uang Baru NKRI

Untuk memperoleh lembaran uang baru tersebut, masyarakat bisa melakukannya seperti biasa. Kita bisa menukarkannya di bank atau mengambil di mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Lalu bagaimana dengan nasib lembaran uang yang lama? Sama seperti halnya prosedur dalam merilis uang baru, BI akan melakukan penarikan lembaran uang lama secara bertahap. Lama-kelamaan, lembaran uang lama akan tertarik kembali ke BI seiring dengan peredaran lembaran uang dengan desain baru. Proses ini lebih efektif karena tidak akan mengganggu aktivitas transaksi di Indonesia.

Lembaran seratus ribu adalah nilai nominal tertinggi yang tercetak saat ini. Sehingga proses peredarannya diperkirakan akan cukup lama. Tapi kemungkinan tersebut juga bisa berbalik jika ternyata animo masyarakat sangat tinggi untuk menukarkan uang lama mereka. Meskipun kabar mengenai desain-desain baru yang diredenominasi sebelumnya sempat menggemparkan publik, bantahan sekaligus pernyataan resmi dari pihak BI seolah mengembuskan angin segar bagi peredaran mata uang selama ini. Apalagi bagi mereka yang punya hobi mengoleksi lembaran-lembaran mata uang dari segi desain.

Padahal jika membandingkan pernyataan-pernyataan resmi tentang bocoran desain, sebetulnya tidak ada perbedaan mencolok dengan lembaran uang lama. Namun peredaran lembaran uang tersebut bakal menjadi tonggak sejarah baru mata uang NKRI (baca: Indonesia). Karena lembaran uang seratus ribu tersebut jelas-jelas mencantumkan nama NKRI sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah sebagai otoritas yang memikul tanggung jawab selain BI.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *